Senin, 14 Desember 2015

Formulir Tugas Mahasiswa

Masukkan data anda dengan benar serta kirim tugas yang valid/asli tanpa copy paste dari orang lain

Jumat, 04 Desember 2015

Perayaan puisi dalam rangka mengenang hari jadi lembaga seni IPASS

Sabtu, 28 November 2015 di warkop SS Tidung. Lembaga Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra (IPASS) mengadakan perayaan puisi dalam rangka mengenang hari jadi lembaga seni IPASS. Ada beberapa komunitas yang ikut berpartisipasi diantaranya sanggar seni BASSI, IMM Unismuh ranting, Hisbul Wathan (HW) Unismuh, IPASS Jene'ponto dan komunitas lainnya.
Acara ini dimulai pukul 19.00 sampai selesai,  dibuka oleh Dr.Aida Azis.M.Pd.
"Harapan kami sebagai organisasi seni budaya Ipass mampu menunjukkan perannya untuk melestarikan seni budaya berbaris kearifan lokal di Kota Makassar", ungkap ketua Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-tudang-sipulung-di-hari-jadi-ipass-gelar-perayaan-puisi.html#ixzz3tPNhKobN

MPA STIEMA MAMUJU) Sulawesi Barat akan melaksanakan ekspedisi 3 Puncak

Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (MPA STIEMA MAMUJU) Sulawesi Barat akan melaksanakan ekspedisi 3 Puncak Gunung di Sulawesi Barat Terhitung dari tanggal 25 November-10 Desember 2015 meliputi Gn. Gandang Dewata, Gn. Kapuasan dan Gn. Puso.

Rombongan dilepas secara resmi oleh Rektor STIE Muhammadiyah Mamuju, Muhammad Ali Chandra SE.M.Si.

Menurut ketua MPA STIEMA MAMUJU, Andi Putra Manakarra, selain pendakian rencananya Tim Ekspedisi akan membagikan buku dan proses belajar mengajar diseputaran kaki gunung desa-desa terpencil di Sulawesi Barat.

Tim Inti Ekspedisi "Three Summits West Celebes Expedition" MPA STIEMA Mamuju :
1. Yahya. "Kabut" NRA : MPA-STIEMA.01/DP/VIII/2014
2. Hirwansyah "Langit" NRA : MPA-STIEMA.03/DP/VIII/2014
3. Mastar "Awan" NRA : MPA-STIEMA.05/DP/VIII/2014.
4. Ahmad Sanjani Tona "Jati" Anggota Muda Tetap
5. Andi Aril Anggota Muda.
6. Iqsyam Anggota Muda
7. SapriL KPA KAPAK Mamuju.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-three-summits-of-west-celebes-mpa-stiema-mamuju-akan-bagikan-buku.html#ixzz3tPMutHUy

Profil KPA LONTARA Adventure

KPA LONTARA Adventure terbentuk pada tgl 10-10- 2010 di Desa Lembanna, berawal dari 5 pemuda yang ingin membuat wadah pemersatu penggiat, pemerhati, pecinta alam di Kab. Takalar untuk bisa berkarya dan mengabdi demi kelestarian alam. KPA LONTARA ADVENTUR di resmikan pada 10-10-2012 di Gn.. Bawakaraeng. 
 
Kelompok Pencinta alam LONTARA adalah sebuah organisasi perhimpunan yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup dan sosial kemanusiaan. KPA LONTARA selalu berpegang teguh pada kode etik pencinta alam yang mempunyai 
 
MOTTO : SIMPUL JIWA SELARAS ALAM dimana SIMPUL JIWA diartikan mengikat semua jiwa pencinta alam agar tercipta rasa persaudaraan kebersamaan dan solidaritas... sedangkan SELARAS ALAM diartikan menyatu dengan alam merasakan jeritan, tangisan dan panggilan dari alam yang membutuhkan pertolongan.. dengan alasan kami selalu ingin menikmati dan menjaga keindahan alam ini.. 
 
KPA LONTARA tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan objek alam yang paling membutuhkan pertolongan segera. 
 
VISI, MISI, DAN TUJUAN 
 
Visi Sebagai wadah berhimpunnya para pengiat, pemerhati, pecinta alam, yang dibingkai persaudaraan dan kebersamaan menuju terciptanya rasa kepedulian akan hadirnya alam semesta dan selalu menjaga kestabilan ekosistem alam. 
 
Misi Mengembangkan jiwa dan pengetahuan pecinta alam dalam rangka membentuk jiwa peduli dan rasa memiliki terhadap alam 
 
Tujuan 
- Membentuk insan pecinta alam. 
- Menggali dan mengembangkan jiwa cinta kepada alam 
- Mempererat tali persaudaraan antara sesama manusia 
- Membentuk generasi apresiatif, aspiratif,dan dinamis cinta alam

Kegiatan yang telah dilaksanakan mulai 2010 sampai saat ini: 
Aksi bersih pantai Tanggul Kab. Takalar 21 Mei 2011, Ekspedisi serta pemasangan tanda jalur telaga Kalimbungan 17 Agustus 2011 , Gunungku Bersih, meperingati hari Bumi 22 April 2012 Mt. Bawakaraeng, Ekspedisi 4 atap Sulsel 2013 , Buka Puasa Bersama Pemerhati, Pecinta Alam serta Komunitas yang ada di Kab. Takalar yang dilaksanakan setiap tahunnya , Mengikuti Jambore Pecinta Alam se SUL-SEL 2013, Aksi Bersih Lembah Ramma 18 s/d 20 April 2014 dalam rangka menyambut Peringatan Hari Bumi, Lintas Merah Putih #7 Mt. Lompobattang-Mt. Bawakaraeng 2014, Pemasangan Tanda jalur serta papan himbauan telaga 1 s/d telaga 3 (2014), Aksi Peduli Lingkungan Pantai Cinta Kab. Takalar 2014, Aksi Bersih Kanal dan Penghijauan Bekerjasama Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan 2015, Lintas Merah Putih #8 Mt. Lompobattang-Mt. Bawakaraeng 2015, Ekspedisi Mt. Tambora dan Mt. Rinjani 2015, Mengikuti Simulasi sistem peringatan dini bencana banjir 2015, Ekspedisi dan pemasangan tanda jalur mt. Langgese (Bukit bersejarah tempat meninggalnya pahlawan Nasional Ranggong Dg. Romo), Bakti Sosial pasar sentral Bekerjasama PMI Kab. Takalar dan Relawan Australia Red Cros.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-kpa-lontara-adventure-.html#ixzz3tPMHRO8j

Profil WASIPALAH SMK Negeri 1 Mandalle

WASIPALAH SMK Negeri 1 Mandalle dideklarasikan pada tanggal 18 Oktober 2011, dengan badan perumus organisasi Muhammad Amri, S. Pd, Nasrul, Ilham, Ibrahim Zakaria, Muslimin, dan Yulianto. Organisasi ini bertujuan untuk menanamkan sikap dan karakter siswa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup utamanya lingkungan sekolah dan mewadahi hobi/minat siswa pada bidang petualangan ataupun aktifitas outdoor,  seperti kegiatan pendakian, susur gua, panjat tebing, susur pantai, dan lain sebagainya. Agar mereka mempunyai pengetahuan dasar dan skill ketika melakukan kegiatan tersebut dan mereka juga mengerti etika dan tata perilaku ketika kita beraktifitas di alam bebas dengan tidak merusak dan membuang sampah sembarangan. 
 
Visi dam Misi 
Visi dari Organisasi ini adalah “ pelestarian Lingkungan hidup dan pembinaan karakter Nasionalisme sebagai pemuda penerus Bangsa’” 
 
Misi : 
  • Pendidikan Lingkungan hidup dan penerapannya pada lingkungan sekolah
  • minat/bakat siswa dalam aktifitas petualangan, dengan memperhatikan kode etik pencinta alam dan etika-etika ketika berada di Alam terbuka.
  • Pelatihan dan pembinaan dalam aktifitas petualangan, agar menghasilkan pemuda/pemudi bangsa yang sehat, kuat, dan bertanggung jawab. 
  • Menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia raya e. Menggalakan kegiatan konservasi khususnya untuk Lingkungan Sekolah. 

Program Kerja
Program kerja WASIPALAH SMK Negeri 1 Mandalle, dibagi atas beberapa Biro beserta fungsi dan wewenang masing-masing dalam pelaksanaannya. Adapun program kerja tiap Biro adalah sebagai berikut : 
  • Biro Pendidikan dan pelatihan Dasar (DIKLATSAR)
  1. Perekrutan Anggota Baru (Pendidikan Dasar)
  2. Pelatihan Lanjutan Anggota baru 
  3. Kegiatan pelatihan Skill (adventure) anggota 
  • Biro pengkajian dan penerapan Medan (PPM)
  1. Kegiatan Gunung-Hutan
  2. Susur Gua 
  3. Susur Pantai 
  4. Panjat Tebing 
  • Biro Hubungan Masyarakat dan Sosial (HUMAS)
  1. Pembuatan majalah dinding
  2. Kerja bakti lingkungan sekolah 
  3. Pembuatan apotek hidup d. Menjalin kerjasama dengan sispala-sispala lain. 
  • Biro Logistik dan Inventarisasi (LOGISTIK)
  1. Pengadaan alat-alat outdoor
  2. Perawatan alat-alat outdoor 
  3. Inventarisasi alat-alat 
  4. Mengatur teknis peminjaman alat baik internal maupun eksternal organisasi. 
 
Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan oleh WASIPALAH SMK Negeri 1 Mandalle semenjak didirikannya hingga sekarang adalah sebagai berikut : 
  • Pengibaran perdana bendera Pataka di Puncak bulu Poddo kabupaten Barru tahun 2011
  • Pendidikan dasar Angkatan I di taddeang Maros tahun 2011 
  • Pendidikan Dasar Angkatan II di Lembah Ciciroe, kabupaten barru Tahun 2012 
  • pendidikan dasar angkatan III di bulu sorongan , Kabupaten Pangkep 2013 
  • Pendidikan Dasar angkatan ke IV di Palluara-Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep tahun 2014 
  • Pendakian bersama tim “jelajah 15 puncak South celebes 2012/2013” di bulu Poddo Kabupaten Barru. 
  • Pendakian bersama tim “jelajah 15 puncak South celebes 2013/2014” di bulu Coppo Tille Kabupaten Barru. 
  • Mengikuti Green school Nasional SINTALARAS UNMTingkat SLTA sederajat 11-15 September Tahun 2013. 
  • Bakti sosial dan penanaman pohon SINTALARAS UNM bersama SLTA se kabupaten Pangkep tahun 2013  
  • Mengadakan kunjungan dan kerjasama dengan sispala dari sekolah lain, yang rutin dilaksanakan tiap tahun.

Basedcamp: WASIPALAH SMKN 1 MANDALLE,  Mandalle-Pangkep-SULSEL
 



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-wasipalah-smk-negeri-1-mandalle.html#ixzz3tPLnuVmB

Profil HIPMA KOLTIM

Kabupaten Kolaka Timur merupakan wilayah administratif baru, pemekaran dari Kabupaten Induk Kolaka. Secara definitif Kabupaten ini terbentuk pada tanggal 14 Desember 2012. Menyusul telah terbetuknya Kabupaten Kolaka Utara pada tanggal 18 Desember 2003.
 
Kolaka Timur memiliki 13 kecamatan, terdiri dari kecamatan Tirawuta (ibu kota Kabupaten), Lambandia, Ladongi, Lalolae, Loea, Mowewe, Poli-Polia,Tinondo, Uluioi, Dangia, Aere, Iwoimendaa, Ueesi, dengan total 96 kelurahan/Desa. 
 
Luas daerah berkisar 3.634,74 km²  yang didiami penduduk sebanyak 123.507 jiwa, rata-rata bermata pencaharian sebagai petani, utamanya petani Kakao.
Secara embrional, organisasi daerah Himpunan Pemuda Mahasiswa Kolaka Timur (HIPMA KOLTIM)  telah ada sejak kabupaten ini berdiri 2012 silam, meski belum terbentuk secara formal. Namun wadah bagi mahasiswa berasal dari Kolaka Timur senantiasa dibutuhkan , utamanya di Kota Makassar.
 
Mahasiswa asal Kabupaten inipun mengkonsolidir diri dan membentuk semacam paguyuban untuk menghimpun pemuda dan mahasiswa Kolaka Timur, utamanya di Kota Makassar.
Seiring waktu berjalan, wadah mahasiswa Kolaka Timur ini semakin dibutuhkan, intensitas pertemuan mahasiswa pun semakin meningkat, wadah perkumpulan ini kerap diskusikan oleh beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar.
 
Sejumlah mahasiswa mengkonsilidir diri  dan serius menggagas HIPMA KOLTIM ,mereka adalah M.Ikbal Syihab (UIN), Khaeril Anwar (UIN), Asmadi  (UIN), Sukrianto (UMI), Sukiman Rahim (UNHAS), Wahyuddin (LP3I), A,Saiful Bachri (UNM), Harpanita (UNM), Ilham (UIT), Ilham (LP3I), Edi Hartono (UMI), Suardiman (Universitas 45), ArnaNingsih (Universitas Fajar),Haeril (TRI Dharma Nusantara) dan Dari kalangan Pemuda yaitu Atusman, Asri (teknisi Yamaha), Asra (teknisi Yamaha), Hamka (Wiraswasta),
 
Usaha sejumlah mahasiswa ini tak sisa-sia, tepat tanggal 23 Januari 2013  mereka menghelat musyawarah besar  (MUBES) dengan mengundang seluruh mahasiswa yang berasal dari Kolaka Timur di Makassar, 
 
Himpunan Pemuda Mahasiswa Kolaka Timur (HIPMA KOLTIM) pun resmi terbentuk dengan  berasaskan Pancasila dan UUD 45. Adapun status organisasi ini Independen serta berpedoman pada kepentingan organisasi dengan Tujuan Terbinanya tali silaturahmi dan optimalisasi peran dan fungsi mahasiswa dan Pemuda  yang berasal dari Kolaka Timur demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur .
 
Adapun Visi-Misi HIPMA KOLTIM adalah
- Visi :
Mempererat tali persaudaraan atar pemuda dan mahasiswa Kolaka Timur ,serta menyalurkan bakat dan minat di dalam kegiatan kepemudaan dan mengangkat nama baik Kabupaten Kolaka Timur pada khususnya.
-Misi:
Mengadakan diskusi,seminar pendidikan,pelatihan,penelitian,kajian Ilmiah lomba atau pertandingan olahraga , seni budaya, Pendampingan, dan  pembinaan dlam kegiatan yang bermanfat agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi anggota itu sendiri, masyarakat, bangsa dan Bernegara
 
Ruang lingkup kegiatan organisasi : diskusi,literasi,aksi Sosial kepemudaan dan kemasyarakatan, Lingkungan Hidup, Seni Budaya dan Olahraga.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-himpunan-pemuda-mahasiswa-kolaka-timur-hipma-koltim.html#ixzz3tPL2xemt

Profil OPA TARING

Organisasi Pecinta Alam Tapak Rimba Petualang adalah sebagai wadah atau penampung para pemuda/pemudi yang mempunyai hobi kepecinta alaman. 
 
Selain sebagai wadah kepecinta alaman OPA TARING Makassar juga turut serta menjaga dan melestarikan alam melalui berbagai macam kegiatannya. 
 
Sejarah Singkat OPA TARING Organisasi Pecinta Alam TARING Makassar didirikan pada 9 Juli 2014 atas prakarsa dari sekumpulan orang yang mempunyai niat dan hobi yang sama ingin membentuk organisasi pecinta alam di kota Makassar. 
 
Sekumpulan orang tersebut kemudian mengadakan serangkaian pertemuan dalam rangka membahas tentang organisasi ini. Mereka berasal dari luar kota Makassar namun menjadi mahasiswa di beberapa Universitas di Kota Makassar. 
 
Pendiri dari OPA TARING sebanyak empatbelas orang yang mempunyai latar belakang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu berpetualang di Alam bebas. Keempatbelas Orang tersebut adalah : Sahid, Arifin Dahlan, Firdaus Govir, Ade Nanang Saputra, Melorya Kanan, Egi, Alfrensius Paembonan, Saran Innna Pratama, Bobi, Erik, Vincentius Rudi, Zafat, Julianto Rannu dan Frilky Prakarsa Tamorron. 
 
Dengan semangat dan perjuangan dari keempat belas pemuda tersebutlah OPA TARING dibentuk. Pendirian Organisasi ini tidaklah muda seperti yang di bayangkan, para pendiri harus meluangkan waktu ekstra untuk persiapan awal pendirian organisasi.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-opa-taring-makassar-.html#ixzz3tPK0RrL6

Jelajah Nusantara sukses menggelar pendakian ke 10 di Bulu' Poddo Kabupaten Barru

KPA Jelajah Nusantara sukses menggelar pendakian ke 10 di Bulu' Poddo Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan terhitung tanggal 27-28 November 2015. Gunung yang berketinggian 735 Mdpl ini didaki tak kurang dari 70 pendaki gunung dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Para pendaki tumpah ruah di Pos 9 atau sekira 15 menit pendakian ke puncak.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari support Kepala sekolah dan guru-guru SMKN 1 Mandalle, Wasipalah SMKN 1 Mandalle yang kali ini didapuk sebagai leader pendakian. Segala sesuatunya diurus Wasipalah SMKN 1 Mandalle, mulai dari perijinan dan penyediaan basecamp untuk peserta pendakian yang datang lebih awal sehari sebelum pendakian dilaksanakan.
Organisasi lain yang bergabung diantaranya Iklas Segeri Pangkep, Gerpala Pangkep, Pacanda Adventure Takalar, Lintas Jagat Makassar, Kpa Jelajah Khatulistiwa Gowa, World Adventure Makassar, Kpa Remasil Makassar, Tabe (Tamarunang Berpetualang) Gowa, Kpa Disambiguasi SMAN 17 Makassar dan pendaki-pendaki freelance dari Pangkep.
“Kegiatan pendakian ini memang dikemas dengan konsep sederhana. Join kopi diketinggian untuk mempererat tali silaturrahmi sesama pecinta alam, membiasakan teman-teman pendaki berbaur dengan organisasi berbeda tanpa ada sekat didalamnya baik antara yang senior maupun junior dan saling menghormati sesama pecinta alam. Persaudaraan Lintas kabupaten jelas sama-sama menguntungkan pecinta alam itu sendiri” Jelas Ketua Panitia Pendakian.
Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Wartasulsel.com sebagai media partner dan disuport Akasaka Outdoor Gear, Percetakan Anak Kaki Gunung, Khatmandu Adventure dan shelter Indonesia.
Untuk Pendakian berikutnya atau yang ke 11 akan berlangsung di Gunung Kandora, Kabupaten Tana Toraja pada tanggal 30 Desember 2015-01 Januari 2015. Pendaftaran sudah mulai dibuka dan bagi yang berminat mengikuti kegiatan ini silahkan datang dibasecamp atau menghubungi Ketua Panitia.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-jelajah-20-puncak-4-south-celebes-20142016-wasipalah-sukses-jadi-leader-di-pendakian-ke-10.html#ixzz3tPGzsBl1

Profil MPA MALLAWA

Sejarah terbentuknya MPA (Manusia Pecinta Alam) MALLAWA berasal dari inisiatif satu nama yakni Awaluddin Alham (Kaleem) yang menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Teknik angkatan 2011, di kampus inilah ide itu muncul untuk membentuk satu kelompok kecil yang bernama MPA (Manusia Pecinta Alam) MALLAWA, pelajar dari kentalnya solidaritas di teknik membuat satu kesan yang ingin diaplikasikan dilingkungan hidup sendiri, intinya kelompok ini hanya ingin mencari teman dan mempererat tali silatuhrahmi antar sesama melalui wadah inilah hal itu akan diwujudkan. Maka dari itu kelompok ini dibentuk sekaligus diresmikan pada tanggal 05-05-2015 di salah satu bukit atau gunung yang kami secara pribadi beri nama Gunung Kalajengking
Kegiatan-kegiatan yang pernah di ikuti 
  1. Baksos Hutan kota bulukumba yang di selenggarakan KKMB KOM UIT pada tanggal 10-oktober-2015
  2. Memperingati hari sumpah pemuda yang di selenggarakan PAPPARAPI bekerja sama dengan MPA mallawa dan beberapa organisasi lainnya pada 28-okteber-2015 
  3. Memperingati hari pahlawan dengan membawa 1000 obor ke taman makam pahlawan bulukumba yang diselenggarakan PANRITA mattujue pada 10-NOVEMBER-2015
Visi-Misi Dan Tujuan Organisasi 
VISI 
Menjadi organisasi pecinta alam yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan hidup

MISI

  1. Menyelenggarakan kegiatan di alam bebas yang bersifat ilmiah maupun keterampilan untuk memupuk ketahanan fisik,mental serta kemandirian dan juga turut serta dalam usaha pelestarian alam dan lingkungan hidup
  2. Mengadakan kegiatan yang mampu mewadahi penerapan dari berbagai disiplin ilmu yang dimiliki oleh pengurus 
TUJUAN
  1. Menjadi organisasi yang mempunyai dasar dan arah yang ideal dalam usaha pengembangan organisasi
  2. Memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas dengan kuantitas yang memadai dalam pelaksanaan pengembangan kegiatan dan ekspedisi serta memiliki ketrampilan dan pemikiran yang kreatif 
  3. Menjalin komunikasi dan memperkuat sisi publisitas organisasi yang lebih baik diantara pengurus dan juga pihak luar
Alamat Basecamp 
Jalan Poros Bulukumba-Sinjai Km 11 Dusun Ganjenge Desa Tanah Harapan Kecamatan Rilau ale Kabupaten Bulukumba



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-mpa-manusia-pecinta-alam-mallawa-bulukumba.html#ixzz3tPDrPanW

Profil Aksi Indonesia Muda

Aksi Indonesia Muda (AIM) merupakan sebuah organisasi sosial nirlaba (NGO) atau komunitas yang berdiri sejak tanggal 17 November 2012, terdiri dari para pemuda (i) dan berpusat di kota Makassar. Komunitas ini fokus bergerak dalam mengupayakan solusi kreatif atas penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat miskin/marginal.
Pada mulanya, organisasi ini lahir sebagai bentuk keprihatinan anak muda terhadap maraknya pengemis di Kota Makassar dan makin meningkatnya angka kemiskinan. Sehingga kedepannya komunitas ini diharapkan mampu menjadi mesin yang massif dalam melakukan pengentasan kemiskinan terkhusus di kota Makassar dan se-Indonesia pada umumnya.
Dalam jangka waktu kurang dari dua tahun akhirnya, AIM berhasil membuka cabang dibeberapa kota di Indonesia dan akan terus bergerak membangun cabang AIM dikota-kota lainnya.
Sejak terbentuk (2012) sampai saat ini, kami fokus membantu Masyarakat di Jalan Dangko Lr. Jongaya Kec. Tamalate Kel. Ballangbaru (Kampung Kusta).
Kenapa Project Sosial kami saat ini di Jln. Dangko???
1. Daerah disana merupakan Perkampungan Kusta yg terisolir dari masyarakat luar. Sekaligus termarjinalkan oleh seluruh elemen masyarakat pada umumnya.
2. Sebagian besar warga Dangko berprofesi sebagai pengemis dan juru parkir. Sehingga daerah ini terkenal sebagai daerah penghasil pengemis di Kota Makassar. Kurang Lebih 60 % pengemis yang ada di Makassar berasal dari Jln. Dangko.
3. Banyaknya anak-anak yang putus sekolah karena sibuk membantu orang tua mencari uang dengan berprofesi sebagai pemulung, buruh cuci, pengamen jalanan dsb.
4.Minimnya keterampilan berwirausaha Masyarakat akibat keterbatasan ‘akses’
5. Karena tempat ini terisi oleh masyarakat Eks Kusta yg secara psikologis, membuat mereka gampang berkonflik dengan masyarakat luar.
Dengan demikian, kami putuskan untuk turut serta bersumbangsih bagi daerah ini tidak lain, karena minimnya perhatian dari masyarakat luar terhadap persoalan yg menurut kami sangat urgent dan mendesak untuk segera ditangani.
Jumlah warga disana mencapai 600 Kepala Keluarga (KK) dengan total keseluruhan mencapai 2300-an orang yang sampai pada hari ini masih bingung mau bekerja sebagai apa untuk menafkahi keluarganya. Tidak heran, jika akhirnya mereka berputus asa dan berpasrah menggantungkan hidupnya dengan terlunta-lanta dijalanan.
Apa manfaat yang sudah AIM lakukan?
Dampak yang paling signifikan ditimbulkan melalui program pemberdayaamn masyarakat yang AIM lakukan ialah membantu masyarakat di perkampungan disabilitas eks kusta ini mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan tanpa harus menjadi pengemis. Sejak 2 tahun ini, secara keseluruhan kami baru bisa memberdayakan 55 orang untuk ikut dalam usaha-usaha yang telah kami bangun.
Kami berhasil membangun usaha Industri Keset Kaki, Lampu Hias dan Bros yang hingga kini telah masuk dipasaran Lokal dan toko-toko modern seperti Carrefour dan Karlink.
 Dari aspek sosial, dulunya masyarakat diperkampungan ini memiliki tingkat kecemburuan sosial yang sangat tinggi, individualis dan sangat rentan mengalami konflik. Hal tersebut terjadi karena secara psikologis warga disana termarjinalkan dan cenderung dihindari oleh masyarakat luar pada umumnya.
Kesan yang pertama kali timbul ketika orang mengatakan ‘kusta’ yakni mudah menular dan sangat berbahaya. Sehingga warga diperkampungan ini mendapatkan stigma buruk dan diskriminasi yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan akses kemana-mana, termasuk mencari pekerjaan dan mendapat perlakuan yang sama. Mereka putus asa dan kehilangan harapan sama sekali untuk dapat hidup sejahtera, apalagi mau berwirausaha secara mandiri.
Kami mencoba membangun trend/budaya positif diperkampungan ini dengan memberikan sampel kepada masyarakat lainnya (warga dikampung ini) melalui para pekerja usaha-usaha kami yang dengan tekun bekerja dan mulai memperoleh penghasilan sendiri tanpa harus menjadi pengemis. Besar harapan kami agar kedepannya semakin banyak para pengemis yang kami rekrut untuk menjadi pengusaha didalam perkampungan ini.
Kemudian, manfaat lain dari usaha yang kami bangun ini ternyata mampu meningkatkan rasa kekeluargaan diantara para pekerja sebab setiap hari mereka bertemu ditempat kerja dan mulai berproduksi sambil sesekali bercerita, bergurau dan bertukar makanan dari rumah masing-masing ditempat produksi.
Bahkan usaha-usaha yang kami bangun ini kerap kali diundang untuk mengikuti berbagai event pameran, diundang sebagai pembicara seminar dsb, sehingga melalui usaha kerajinan tangan ini pula mulai banyak orang-orang luar yang datang melihat langsung kreasi masyarakat di perkampungan ini.
Adapun tinjauan dari aspek lingkungannya, didalam usaha keset kaki yang kami bangun sangat memperhatikan unsur keramahan lingkungan (green production). Sebab usaha ini memiliki bahan baku dari bahan-bahan yang sudah tidak terpakai lagi yakni sisa guntingan kain perca kaos. 
Kami bekerjasama dengan beberapa konveksi-konveksi besar yang ada di Makassar untuk mengambil sisa kain guntingannya/perca kaos lalu diangkut ke Perkampungan ini dan dijadikan sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan keset kaki.
Melalui aneka ragam usaha kerajinan tangan ini, kami berharap bisa menjadi ‘pilot project’ agar makin banyak masyarakat yang peduli dan mau beraksi ditengah masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan.



Sumber Berita: www.wartasulsel.com


http://wartasulsel.com/berita-profil-aksi-indonesia-muda.html#ixzz3tPBHXiMJ